Uncategorized

Wisata Kuliner Padang Panjang yang Sayang Kalau Dilewatkan

Berkunjung atau lewat Padang Panjang, Sumatera Barat, rasanya tak lengkap sekiranya tak mencicipi tiga kuliner berikut ini. Pastikan perut Anda cukup lapang untuk menampung hidangan di tamasya kuliner Padang Panjang yang tersohor kelezatannya ini.

  1. Sate Mak Syukur

Kalau Anda menuju Bukittinggi dari arah Padang, Anda akan menemukan rumah makan Sate Mak Syukur dikala memasuki Jalan Sutan Syahrir, Padang Panjang. Wisata kuliner Padang Panjang yang tenar hingga ke Jakarta ini terletak di sebelah kiri jalan dari arah Padang. Papan namanya yang besar dan parkirnya yang luas mempermudah Anda menemukannya. Tidak hingga 10 menit sesudah mengorder, sate berbumbu kuning ini telah siap terhidang di depan Anda.

Tidak seperti sate lain yang biasanya berjumlah 10 tusuk per porsinya, sate padang Mak Syukur cuma memperkenalkan 7 tusuk untuk satu porsi. Sate yang bertabur bawang goreng ini sengaja diberi tahu di atas daun pisang, sehingga menambah kenikmatan. Meskipun satu tusuk cuma terdiri dari tiga iris daging, irisannya cukup besar. Ini masih ditambah dengan 1,5-2 buah katupek atau ketupat yang dijamin akan membikin Anda begah.

Ditambah lagi, saus kentalnya yang beraroma rempah itu juga berlimpah menutupi ketupat dan daging sate. Anda dapat menyendok kuahnya dengan menerapkan sobekan daun pisang yang dilipat. Dagingnya yang empuk tak lepas dari cara sbobet88 bola memasaknya. Daging direbus hingga matang betul selama 1-2 jam, baru sesudah itu diiris-iris. Saat diorder, barulah daging dibakar. Sementara, rasa gurih tak lepas dari pemilihan bagian punuk sapi yang mempunyai sedikit lemak.

Saat dibakar, keluar minyaknya, sehingga daging terasa manis,” ujar Oyong (45), pengelola RM Sate Padang Mak Syukur di Padang Panjang. Air kaldu sisa rebusan daging kemudian dipakai untuk membikin kuahnya. Air kaldu dicampur dengan bumbu-bumbu rempah, lalu dicampur tepung beras.

Menurut Oyong, \\”Satenya tak menerapkan santan seperti yang lain,” imbuhnya. Selain menyediakan sate daging, di rumah makan yang luas ini Anda juga dapat merasakan sate jeroan sapi seperti jantung, hati, dan lidah.

Pada mulanya, Mak Syukur mulai berjualan sate padang dengan cara berkeliling di sekitar Pasar Padang Panjang, sekitar tahun 1950. Pada tahun 1970-an, pria ini mendapatkan tempat untuk berjualan di pasar. Lezatnya sate buatan Mak Syukur membikin usahanya laris, hingga alhasil dia berhasil mempunyai kedai.

Malah, tak lama kemudian kedainya di pasar kembali bertambah satu lagi. Meskipun sate Mak Syukur mulai menempati restoran di Jalan Sutan Syahrir Padang Panjang semenjak 1993, kedai di pasar masih dipertahankan hingga sekarang. Resto ini sekarang dikelola anak bungsu Mak Syukur, Syafril Syukur. Syafril yakni anak keenam, meski anak kedua mengelola cabang di Jakarta. Sampai sekarang pula, Syafril sendiri yang memasak sebelum dibagikan ke restoran dan kedai di pasar Padang Panjang.

Sampai sekarang, menurut Oyong yang tak lain adik ipar Syafril, rasanya tak berubah. “Tiap-tiap hari kami memasak sate, sekiranya tak habis dibuang. Tetapi rata-rata tiap hari selalu habis. Umumnya kami butuh 50 kg daging per hari,” ujar Oyong sambil menambahkan, pihaknya tak pernah menyetok daging. Dalam sehari, sate Mak Syukur dapat menghabiskan 3 ribu tusuk sate pada hari awam dan 5 ribu-6 ribu tusuk pada hari akhir minggu, dengan harga Rp22.000 per porsi.

Rumah makan ini dapat Anda kunjungi mulai pukul 09.30-21.00. Pada hari libur, biasanya selepas Magrib malahan sate telah habis. Kelezatan satenya membikin banyak pejabat negara dan pekerja seni datang untuk mencicipi, antara lain eks presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sri Mulyani, Jusuf Kalla, hingga Ikang Fauzi, dan Bondan Winarno.

Anda mungkin juga suka...